Sunday, 1 December 2013

KHULAFA’ AR-RASYIDIN – KHALIFAH UMAR BIN KHATAB

         
Khalifah Umar Bin Khatab, Pemimpin yang Penuh Tanggungjawab 

         Khalifah Umar bin Khatab dikenal sebagai pemimpin yang sangat disayangi rakyatnya karena perhatian dan tanggungjawabnya yang luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah melakukan pengawasan langsung dan sendirian berkeliling kota mengawasi kehidupan rakyatnya. Inilah beberapa kisahnya.

        Pada suatu malam hartawan Abdurrahman bin Auf dipanggil oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk diajak pergi ke pinggir kota Madinah. “Malam ini akan ada serombongan kafilah yang hendak bermalam di pinggir kota, dalam perjalanan pulang”, kata Khalifah Umar kepada Abdurrahman bin Auf. “Lalu apa masalahnya?” tanya Abdurrahman. “Kafilah ini akan membawa barang dagangan yang banyak, maka kita sebaiknya ikut menjaga keselamatan barang dari gangguan tangan-tangan usil. Jadi nanti malam kita bersama-sama harus mengawal mereka”, sahut sang Khalifah. Abdurahman dengan senang hati membantu dan siap mengorbankan jiwa raganya menemani tugas khalifah yang ia cintai ini.

        Demikianlah sang khalifah menjalankan tugasnya, turun tangan langsung untuk memastikan rakyatnya tidur dan hidup dengan tenang. Bahkan malam itu khalifah Umar mendesak Abdurahman untuk tidur sambil siaga sementara ia sendiri tetap terjaga hingga pagi hari.

     Khalifah Umar bin Khattab memang dikenal sebagai seorang pemimpin yang selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik secara diam-diam. Orang yang ditolongnya sering tidak tahu, bahwa penolongnya adalah khalifah yang sangat mereka cintai.

      Pernah suatu malam Auza’iy pernah ‘memergoki’ Khalifah Umar masuk rumah seseorang. Ketika keesokan harinya Auza’iy datang ke rumah itu, ternyata penghuninya seorang janda tua yang buta dan sedang menderita sakit. Janda itu mengatakan, bahwa tiap malam ada orang yang datang ke rumahnya untuk mengirim makanan dan obat-obatan. Tetapi janda tua itu tidak pernah tahu siapa orang tersebut! Padahal orang yang mengunjunginya tiap malam tersebut tak lain adalah adalah khalifah yang sangat ia kagumi selama ini.

            Pada suatu malam lainnya ketika Khalifah Umar berjalan-jalan di pinggir kota, tiba-tiba ia mendengar rintihan seorang wanita dari dalam sebuah kemah yang lusuh. Ternyata yang merintih itu seorang wanita yang akan melahirkan . Di sampingnya, duduk suaminya yang kebingungan. Maka pulanglah sang Khalifah ke rumahnya untuk membawa isterinya, Ummu Kalsum, untuk menolong wanita yang akan melahirkan anak itu. Tetapi wanita yang ditolongnya itu pun tidak tahu bahwa orang yang menolongnya dirinya adalah Khalifah Umar, Amirul Mukminin yang mereka cintai.

          Pada kisah lainnya, ketika sang Khalifah sedang ’meronda’, ia mendengar tangisan anak-anak dari sebuah rumah kumuh. Dari pinggiran jendela ia mendengar, sang ibu sedang berusaha menenangkan anaknya. Rupanya anaknya menangis karena kelaparan sementara sang ibu tidak memiliki apapun untuk dimasak malam itu. Sang ibupun berusaha menenangkan sang anak dengan berpura-pura merebus sesuatu yang tak lain adalah batu, agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil merebus batu dan tanpa mengetahui kehadiran Khalifah Umar diluar jendela, sang ibupun bergumam mengenai betapa enaknya hidup khalifah negeri ini dibanding hidupnya yang serba susah. Khalifah Umar yang mendengar hal ini tak dapat menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. Malam itu juga ia menuju ke gudang makanan yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan itu. Bahkan ia sendiri yang memanggul karung makanan itu dan tidak mengizinkan seorang pegawainya yang menemaninya untuk membantunya. Ia sendiri pula yang memasak makanan itu, kemudian menemani keluarga itu makan, dan bahkan masih sempat pula menghibur sang anak hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Dan keluarga itu tak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab !

Disediakan oleh:
-Tengku Farhanan binti Tengku Mohamed

IHYA' ULUMUDDIN : BAB 3

 Tentang ilmu yang terpuji menurut orang-orang umum pada hal tidak termasuk ilmu yang terpuji dan di dalamnya terdapat penjelasan. Kadang-kadang sebahagian ilmu itu tercela, penjelasan pengantian ilmu yang tinggi iaitu fiqh, ilmu, tauhid, tadzkir dan hikmah dan penjelasan tingkat yang terpuji dan yang tercela dari ilmu syariat.

Penjelasan tentang apa yang diganti dari lafal-lafal ilmu
1.      Lafal pertama adalah fiqh (hukum)

Ianya mutlak untuk menyebut ilmu akhirat, pengetahuan, bahaya-bahaya nafsu secara detail, hal-hal yang merosakkan amal, kuatnya pengetahuan tentang minatnya dunia sangat memperhatikan kepada kenikmatan akhirat dan takut di hati. Hal ini ditujukan oleh firman Allah “Azza Wajalla”.

Ertinya ; Agar mereka mendalami mengenai agama dan ajar mereka memberi peringatan kepada kaum mereka apabila mereka kembali kepada mereka .

2.      Perkataan yang kedua adalah ilmu

Dahulu ilmu yang digunakan untuk menyebut ilmu mengenai Allah Taa’la, tanda-tanda dan perbuatannya terhadap hamba dan makhluknya sehingga ketika Umar r.a meninggal dunia tetapi sekarang secara khusus boleh digunakan oleh semua manusia. Contoh kita nak makan pun memerlukan ilmu iaitu ilmu berfikir bukan itu saja kita manusia nak menghadap Allah SWT pun memerlukan ilmu ibadah kita bukan saja-saja atau suka-suka hendak meninggal.

3.       Lafal yang ketiga adalah tauhid (ketuhanan)

Adalah permata indah dan tauhid itu mempunyai dua kulit di mana salah satu dari keduannya lebih jauh dari isinya dari kulit yang lain. Manusia mengkhususkan nama (tauhid untuk kulit dan tindakan menjaga kulit, namum mereka melalaikan isi secara keseluruhan.

Ayat pertama diucapkan ialah “La ila ha il la Allah” yang membawa maksud tiada tuhan selain daripada Allah.

Selain itu, di dalam hati agar tidak ada penyelisihan dan pengingkaran mafhum perkataan ini. bahkan hati yang zahir itu mencakup terhadap iktikadnya. Bukan itu saja, isi iaitu melihat seluruh urusan dari Allah Taa’la iaitu suatu pandangan yang memutus penolehannya yang tidak menyembah selain daripada Allah. Bahkan keluar dari tauhid adalah setiap orang yang mengikuti hawa nafsu ia telah menjadikan hawa nafsunya sebagai sembahnya.

            Ada dua cara yang perlu anda ikuti antaranya :
1.      Adakalanya sibuk dengan dirimu
2.      Adakalanya meluangkan waktu untuk orang lain setelah selesai urusan kamu sendiri.


         Jika kamu menghendaki akhirat, mencari keselamatan dan lari dari kebinasaan yang abadi maka sibuklah kamu dengan ilmu. Sesungguhnya  apabila hati kosong dari sesuatu yang tercela maka hati menjadi penuh dengan sesuatu yang terpuji “ seperti tanah apabila bersih dari rumput maka padanya tumbuh bermacam-macam tumbuhan dan harum-haruman. Dan jika tanah itu kosong dari tumbuhan maka tisdslsh tsnsmsn yang harum-haruman. Jaganlah kamu mensia-siakan masa umur kamu kerana mencari ilmu amat payah untuk mengejarnya sedangkan umur manusia hanyalah singkat.

Disediakan oleh :
-Hazirah binti Muhammad Rosli
(Ijazah Sarjana Muda [Kepujian] Pendidikan Awal Kanak-Kanak)

HADITH 42

Terjemahannya:
         Dari Anas radiyallahu ‘anh katanya: Aku dengar Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Allah telah berfirman: Hai Anak Adam! Sesungguhnya engkau, selama engkau berdoa dan berharap kepadaKu, Aku ampuni bagi engkau di atas dosa yang ada pada engkau dan Aku tiada peduli. Hai Anak Adam! Kalau telah sampai sekelian dosa engkau ke awan langit kemudian itu engkau memohon keampunan Ku, nescaya Aku ampuni bagi engkau. Hai Anak Adam! Sesungguhnya kalau engkau datang kepada Ku dengan kesalahan-kesalahan sepenuh bumi (ini) kemudian itu engkau menemui Aku pada hal tiada engkau mempersekutukan Aku dengan sesuatu, nescaya Aku berikan kepada engkau keampunan dengan sepenuh bumi.” (Diriwayatkan oleh al-Tirmizi)

Huraiannya:
                Mengenai hadis 42 ini, Allah ada berfirman: “Barangsiapa menghampiri kepadaKu sejengkal, Aku hampiri kepadanya sehasta. Dan barangsiapa menghampiri kepadaKu sehasta, Aku hampiri kepadanya sedepa. Dan barangsiapa yang datang kepadaKu dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berlari. Dan siapa barangsiapa menemui Aku dengan kejahatan yang memenuhi bumi, pada hal ia tiada sekutukan Aku dengan sesuatu, Aku menemui dia dengan keampunan yang memenuhi bumi.”

              Ini ialah hadis Qudsi yang menilai salah satu sifat Allah yang maha Pengasih dan Penyayang terhadap hambaNya yang berdosa, yang mengharapkan keampunanNya. Ini jelas membuktikan bahawa orang-orang yang berdosa tetaplah hamba-hambaNya, dan keampunanNya akan berlaku terhadap mereka. Manusia yang bersalah boleh berdoa supaya kesalahannya dapat di ampunkan oleh Allah dan Allah tidak peduli tentang banyaknya kesalahan itu, sekiranya ada keinginannya yang benar untuk diampuninya. Seseorang boleh memohon keampunan di atas dosanya dengan berdoa, dan doa hendaklah di sertakan dengan harapan iaitu harapan yang baik sangkaan kepada Allah supaya Allah terima doa kita itu.


             Dan doa yang sangat mustahak bagi seseorang ialah doa supaya diampuni dosanya atau supaya dipelihara dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, dan ia berharap dengan seseungguhnya bahawa doanya akan di terima oleh Allah. Ini kerana Allah tidak pernah menghampakan doa dan harapan dari hamba-hambaNya pada bila-bila masa pun asalkan hamba-hambanNya menyedari hakikat dirinya dan menaruh sangkaan baik kepadaNya.


Disediakan oleh:
-Muhammad Harris Fadhilah bin Johari
(Diploma Pendidikan Pengajian Pra-Sekolah)

Saturday, 30 November 2013

AHLI SYURGA

Ciri-ciri ahli syurga
Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Tiga macam doa yang tidak akan tertolak: Imam (pemimpin, hakim) yang adil, dan orang puasa ketika berbuka dan orang yang teraniaya, maka doanya terangkat diatas awan, dilihat oleh Tuhan lalu berfirman: "Demi kemuliaan dan kesabaranKu, Aku akan bela padamu walau hanya menanti masanya."

Abu hurairah r.a. berkata: "Demi Allah yang menurunkan kitab pada Nabi Muhammad s.a.w. Sesungguhnya ahli syurga tiap saat bertambah elok cantiknya, sebagaimana dahulu didunia bertambah tua."

Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Shuhaib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Apabila ahli syurga telah masuk kesyurga dan ahli neraka telah masuk keneraka, maka ada seruan: Hai ahli syurga, Allah akan menepati janji-Nya kepada kamu. Mereka berkata: "Apakah itu, tidakkah telah memberatkan timbangan amal kami dan memutihkan wajah kami dan memasukkan kami kedalam syurga dan menghindarkan kami dari neraka. Maka Allah membukakan bagi mereka hijab sehingga mereka dapat melihatNya, demi Allah yang jiwaku ada ditanganNya belum pernah mereka diberi sesuatu yang lebih senang daripada melihat zat Allah."

Ikrimah berkata: "Ketangkasan ahli syurga bagaikan orang berumur 33 tahun lelaki dan perempuan kelihatan muda, sedang tingginya enam puluh hasta, setinggi nabi Adam a.s. muda-muda yang bersih halus tidak berjanggut, bola matanya, memakai tujuh puluh macam perhiasan, yang berubah warnanya tiap-tiap jam, tujuh puluh macam warna, maka dapat melihat mukanya dimuka isterinya, demikian pula didadanya, dibetisnya, demikian pula isterinya dapat melihat wajahnya diwajah suaminya, didada dan dibetisnya, mereka tidak berludah dan tidak beringus, lebih-lebih yang lebih kotor, maka lebih jauh."

Dalam lain riwayat: "Andaikan seorang wanita syurga menunjukkan tapak tangannya dari langit nescaya akan menerangi antara langit dan bumi."

10 Sahabat yang dijamin Syurga
“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah redha kepada mereka dengan mereka dan mereka redha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)
Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (Asratul Kiraam).

1. Abu Bakar Siddiq ra.
Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw. Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam, pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut : “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142 hadits.

2. Umar Bin Khatab ra.
Beliau adalah khalifah kedua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya. Sebelum memeluk Islam,beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu mempertahankan perlawanan kaum Quraish terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.                                                                                    
3. Usman Bin Affan ra.
Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannya seluruh tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa nabi hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw sehingga menjadi sebuah kitab suci(al-quran) sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82 tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

4. Ali Bin Abi Thalib ra.
Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan penyiasat perang dan ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikut Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama baginda sehingga baginda diangkat menjadi Rasul yang terakhir, Ali tetap setia bersama sehingga baginda sehingga wafat. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64 tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.

5. Thalhah Bin Abdullah ra.
Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra dan baliau selalu aktif dalam setiap peperangan kecuali Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.

6. Zubair Bin Awaam
Memeluk Islam juga kerana Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah sebanyak dua kali ke Habsyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.

7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan, pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.

8. Sa’id Bin Zaid
Sudah Islam sejak kecil,dan mengikuti semua peperangan kecuali Perang Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh Rasul untuk merisik gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia 70 tahun dikuburkan di Baqi’.

9. Abdurrahman Bin Auf
Memeluk Islam sejak kecil melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Beliau adalah seorang sahabat yang kaya dan merupakan salah seorang yang banyak menginfakkan harta ke jalan Allah. Beliau meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun), dimakamkan di Baqi’.

10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah
Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah pada tahun kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Meninggal pada tahun 18 H di Urdun (Syam) karana penyakit pes, dan dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh kaum Muslimin.


AHLI NERAKA

Terdapat beberapa jenis golongan yang akan diheret ke neraka untuk menerima pembalasan atau seksaan kerana telah melakukan kemungkaran dan melanggar perintah Allah s.a.w semasa hidup di dunia. Golongan –golongan tersebut ialah mereka yang menjadi ‘kawan’ kepada iblis laknatullah dimana iblis telah bersumpah dihadapan Allah untuk menyesatkan seluruh ummat manusia.

Sudah terang lagikan bersuluh,Allah telah memberitahu kepada manusia berdasarkan surah Al-Isra’ ayat 62 yang bermaksud :
"Ia (iblis) berkata,“terangkanlah kepadaku,inikah yang Engkau lebih muliakan daripada aku? Sekiranya Engkau memberi waktu kepadaku sampai hari Kiamat, pasti akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.

         Kemudian Allah juga telah member amaran keras dari awal bahawa pengikut-pengikut syaitan akan dihumban kedalam neraka seperti didalam surah yang sama ayat 63 Allah berfirman yang bermaksud:
“Pergilah,tetapi barang siapa diantara mereka yang mengikuti kamu,maka sungguh neraka Jahannam lah balasanmu semua,sebagai pembalasan yang cukup.”

Antara sepuluh golongan yang disebut dalam sebuah hadith berdasarkan perbualan diantara iblis dan Rasulullah s.a.w ialah :
1.      Hakim yang tidak adil
2.      0rang kaya yang sombong
3.      Pedagang yang khianat
4.      Peminum arak
5.      Orang yang memutuskan tali silaturrahim
6.      Pemilik harta riba
7.      Pemakan harta anak yatim
8.      Orang yang sering meninggalkan solat
9.      Orang yang enggan mengeluarkan zakat
10.  Orang yang selalu berangan-angan

            Golongan-golongan ini secara umumnya adalah beragama Islam. Maka tidak sewajarnya mereka melakukan perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah jika mereka benar-benar beriman dengan ayat-ayat Allah seperti mana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w didalam sebuah hadith yang bermaksud:

           Berkata ia (Jibril) kepada Rasulullah “Beritahu kepadaku tentang iman.” Nabi s.a.w bersabda: “Iman ialah apabila kamu beriman kepada Allah s.w.t, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhirat serta kamu beriman kepada taqdir yang telah ditentukan sama ada baik atau buruk.” Setelah mendengar penerangan itu Jibril menjawab “Benar kata-kata tuan” (Riwayat Muslim)

JENIS-JENIS NERAKA

a)      Neraka Jahannam
       Adalah tingkat yang paling atas sekali iaitu tempat untuk orang mukmin, mukminat,muslimat dan muslimin yang telah melakukan dosa-dosa kecil mahupun dosa-dosa besar.Kebanyakkan ahli-ahli neraka Jahannam adalah daripada pengikut-pengikut syaitan. Pengikut syaitan kebanyakkan ialah dari  kalangan wanita. Ini kerana mereka mengikut kata syaitan iaitu ucapan dari para dukun atau pengamal, hawa nafsu (egoisme), dan sebagainya.

            “… demi neraka jahannam di datangkan untuk semua orang walaupun hanya lewat dalam satu hari”
Manakala firman Allah SWT : “bahawasanya orang-orang kafir dan orang yang teraniyai itu tidak akan diampuni Allah dan tidak pula ditujukki jalan melainkan jalan ke Neraka Jahannam. Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya. Yang demikian itu mudah sekali bagi Allah” ( Surah An-Nisa’ : 169)

b)      Neraka Laza
           Tingkat kedua ini untuk tempat-tempat orang yang suka mendustakan agama. Sebagaimana firman Allah SWT : “ Sebab itu Kami memberi khabar penakutan kamu terhadap Neraka Laza yang menyala-nyala apinya. Tiada yang akan masuk ke dalamnya selain orang-orang yang celaka iaitu orang-orang yang suka mendustakan agam dan berpaling daripada-Nya” (Surah Al-Lail : 14-16).

c)      Neraka Hutamah
         Ini adalah neraka tingkat yang ketiga yaitu tempat orang-orang yang hanya lalai dan suka memikirkan keduniaan tanpa mengerjakan kepentingan untuk melakukan ibadahNya. Harta yang membuat orang akan menjadi derhaka kepada Allah dan Rasulullah.Mereka juga sombong dan bongkak untuk tidak mengeluarkan zakat harta serta suka menghina orang-orang miskin. Di neraka ini , harta yang mereka kumpulkan di dunia akan dibawa dan dibakar di dalam api neraka tersebut untuk diberi minum sebagai seksaan kepada manusia yang sibuk mengumpulkan harta di dunia.

      Sebagaimana firman Allah SWT : “ tahukah engkau apakah Hutamah itu? Yaitu api neraka yang menyala-nyala serta akan membakar hati menusia. Api yang ditutupkan kepada mereka. Sedangkan  mereka itu diikatkan pada tiang yang panjang” ( Surah Al-Humazah : 4-9)

d)     Neraka Sair
          Tingkat yang keempat yaitu tempat untuk orang-orang tidak mahu mengeluarkan zakat atau bagi mereka yang mengeluarkan zakat tetapi tidak  mengunakkannya untuk perkara yang berfaedah. Selain itu, di dalam neraka ini juga terdapat  tempat untuk orang yang suka memakan harta anak yatim. Di dalam neraka ini, mereka akan menjadi pekak, buta dan kulitnya akan menjadi tebal seperti Jabal Uhud untuk seksaannya.
Sebagaimana firman Allah SWT : “bahawasanya orang-orang yang suka memakan harta anak yatim dengan menganiyai, sesungguhnya mereka akan memakan api sepenuhnya di dalam perutnya. Dan nanti mereka akan di masukkan ke dalam api neraka Sair (Surah An-Nisa’ :10)

e)      Neraka Saqar
        Neraka ini untuk tempat orang-orang munafik iaitu orang yang tidak melaksanakan solat, orang yang suka berbohong tentang kebendaan Allah, menyembah Tuhan selain allah atau menyembah zat yang keluar dari sifat Allah dan Al-quran. Mereka juga mengetahui bahawa Allah telah menetukan hokum islam melalui lisan Nabi Muhammad tetpi mereka mengambil remeh tentang syariat Allah.

       Di dalam kitab safina ; … orang yang tidak melaksanakan solat akan dihukum sebagai haiwan yang tidak ada harganya atau tidak bermanfaat.”

       Di dalam syurga mereka akan saling bertanya dari hal orang yang telah berdosa. Apakah sebabnya kamu masuk ke dalam neraka Saqar? Kerana kami tidak melakukan solat, kami tidak memberi makan kepada orang-orang miskin, kami percaya pada perkara-perkara yang tahyul serta kami telah mendustakan hari kiamat.( Surah al-Mudatsir : 40-46)

f)       Neraka Jahim
       Tingkat yang keenam iaitu ditempatkan untuk orang-orang kafir iaitu orang-orang musyrik, orang-orang yang mensyirikkan Tuhan yaitu orang-orang islam yang berdosa besar. Mereka juga yang suka membuat perkara yang dilarang Tuhan iaitu Allah.Di dalam neraka ini juga terdapat golongan yang suka membuat penzinaan, meminum arak serta suka membunuh tanpa ada hak.Dalam ajaran Islam, syirik terhadap Allah adalah perkara yang paling besar dosanya menurut Allah. Hal ini kerana syirik ialah menganggap bahawa ada Tuhan yang lebih hebat dan berkuasa melainkan  Allah.

        Firman Allah SWT :
“Dan orang-orang yang kafir serta orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka itulah penghuni neraka Jahim” (Surah Al-Maidah : 86)

g)      Neraka Hawiyah
       Neraka inilah yang berada paling bawah sekali. Neraka yang paling keras iaitu tempat ketika matinya seseorang ia tidak membawa iman dan islam bersamanya. Api didalam neraka tersebut menjadi hitam kerana sudah dibakar 1000 tahun lamanya. Disinilah tempat untuk orang-orang yang melakukan dosa-dosa berat.Mereka ini juga menjadi musuh-musuh para nabi-nabi seperti Firaun. Neraka ini juga merupakan neraka yang timbangan amalannya yang paling ringan yaitu mereka yang selama hidup di dunia mengerjakankebaikan tetapi bercampur dengan keburukkan , orang muslim lelaki dan perempuan yang tidak mengamalkan cara ajaran islam seperti para wanita muslim yang tidak menggunakan tudung manakala bagi para lelaki pula ialah yang suka memakai sutera dan emas, mencari rezeki dengan cara yang tidak halal, memakan riba’ dan sebagainya. 

         Firman Allah SWT :“ Dan barang siapa yang ringan timbangannya maka dia akan dilemparkan ke dalam api neraka Hawiyah. Tahukah engkau apakah Neraka Hawiyah?Yaitu api yang sangat panas”.( Surah Al-Qoriah : 8-11)

      Sahabat Abu Hurairah ada terdengar suara yang berlenggar-lenggar lalu bertanyakanlah kepada Rasulullah dan Rasulullad menjawab itu adalah suara batu yang telah terjatuh dari neraka Jahim selama 1000 tahun.


SIKSAAN DALAM NERAKA

       Di akhirat, para penghuni neraka akan menjalani hukuman yang merupakan seksaan yang sangat pedih dan dahsyat. Meraka akan menderita dalam api neraka sebagaimana firman Allah seperti berikut:

        “Dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, dilambung dan punggung mereka.” (At-Taubah [9] : 35) 

     “Ketika dibelenggu dan rantai dipasang di leher , mereka diseret ke dalam air yang sangat panas kemudian mereka akan dibakar di dalam api neraka” (Al-Mu’min [40] : 71-72)

        “Peganglah dia kemudian seretlah die ke tengah neraka. Seterusnya tuangkanlah di atas kepala mereka air yang sangat panas.Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang kuat lagi mulia.” (Ad-Dukhan [44]: 47-49)

         “Peganglah dia lalu diikat tangannya ke lehernya. Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Seterusnya belitlah dia dengan rantai yang sangat panjang iaitu tujuh puluh hasta”. (Al-Haqqah [69] : 30-32)

         “ Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian dari api neraka, disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala-kepala mereka. Dengan air itu akan hancur luluh segala apa yang ada di dalam perut mereka dan juga kulit-kulit mereka. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka akan dikembalikan kedalamnya semula (neraka) serta dikatakan kepada mereka : Rasailah azab yang sedang membakar ini” ( Surah Al-Hajj [22] : 19-22)

Seterusnya ahli neraka dalam keadaan yang lebih teruk daripada haiwan untuk selama-lamanya.Mereka juga tiada makanan selain dari buah yang pahit serta pokok-pokok yang berduri iaitu pokok Zaqqum. Pokok ini  tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan kelaparan sedikitpun. Tetapi ia amatlah panas seperti tembaga cair yang sedang mendidih dalam perut. Selain itu, mereka akan minum air panas yang sedang menggeledak dan bernanah. Dengan kulit yang terkoyak dan daging mereka yang terbakar. Mereka berada di dalam keadaan yang amat teruk dengan tangan diikat dan dilemparkan ke kerak api. Tambahan pula , kehidupan yang perit ini akan berlangsung selama-lamanya.

Seksaan di dalam api neraka yang paling ringan diberikan kepada ahli neraka ialah kasut api yang sangat berbisa. Ia dapat membuatkan otak mereka mendidih. Sebagaimana firman Allah” Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan diberikan untuk seksaan ialah orang yang telah diberikan sepasang kasut yang talinya dibuat daripada api neraka. Kemudian didihlah otaknya kerana panasnya sama seperti mendidih air panas di dalam periuk bahkan lebih panas. Dia mengira tiada  sesiapa pun yang menerima seksaan lebih dahsyat dari perkara itu, padahal dialah orang yang mendapat seksaan yang paling ringan”

 ( hadis riwayat imam Bukhari dan Muslim)